- admin
- 26 September 2023
- 6:36 AM

WN.COM – “Hanya dengan Infrastruktur yang baik maka Maluku akan dibangun dengan Baik. Karena Maluku tidak bisa dibangun dengan berharap pada APBD, dengan kesempatan adanya dana APBN melalui dana-dana SPSN dan sejenisnya, maka Maluku bisa bangkit dari keterpurukan”
Inilah sepenggal pernyataan Deputi 1 Kepala Staf Kepresidenan, Febry Calvin Tetelepta (FCT) di sela-sela kunjungan monitoring dan Rapat Koordinasi Percepatan Konstruksi Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Way Apu, pada Rabu, (20/09/2023) di Kabupaten Buru.
FCT sendiri tak pernah lelah untuk memastikan semua PSN di tanah kelahirannya Maluku harus tuntas dan berhasil sebelum berakhirnya pemerintahan Presiden Jokowi pada 2024 mendatang.
Untuk itu kunjungan ke Proyek Bendungan Way Apu tak lain adalah melihat progres pekerjaan Tahap 1 yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT. Adhi Karya (Persero) TBK yang diharapkan pada bulan Oktober 2023 ini pembangunan terowongan Bendungan sudah bisa tembus dan betonisasi bisa jalan.
“Saya sudah kordinasi dan berharap, dengan kerja yang hati-hati maka target akhir Oktober 2023 terowongan sudah bisa tembus dan pipanisasi bisa mulai jalan. Sehingga Maret 2024 target pekerjaan Tahap 1 bisa tuntas dan tidak berubah sesuai jadwal” ungkap FCT.
FCT mengatakan, dirinya dari Kantor Staf Presiden akan terus melakukan monitoring dan evaluasi ketat untuk memastikan PSN Bendungan Wae APU ini harus embonding pada Juni 2024 mengingat telah dilakukan amandemen beberapa kali sehingga FCT berharap bisa diselesaikan dengan baik.
Setelah melihat langsung progres pekerjaan di lapangan, FCT juga menggelar rapat dengan pihak pelaksana baik itu dari PP, Adhi, dan PT Hutama Karya-Jakon, KSO.sebagai penanggungjawab utama serta pihak Balai Wilayah Sungai Maluku agar Proyek Bendungan Wae APU bisa berjalan dengan baik. Salah satunya dengan kekuatan dan kesiapan sumber daya yang dilibatkan.
Kunjungan FCT kali ini didampingi oleh Kasubdit Direktur Jenderal Bina Marga dan Direktur Pembangunan Jalan Kementerian PUPR, Zamzami dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku, Bambang Widyarta.
Jelas FCT, Bendungan Wae APU yang terletak di Desa Wapsalit Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di Pulau Buru. Karena akan menyediakan air irigasi, air baku, dan resources pembangkit listrik, reduksi banjir dan juga sebagai objek wisata.
“Saya terus mempresure agar proyek Bendungan Wae APU bisa tuntas sesuai jadwal, karena manfaatnya akan dirasakan oleh Maluku dan khususnya bagi Kabupaten Buru. Karena Bendungan Wae Apu akan menyediakan air irigasi seluas 10.000 ha, menyediakan air baku 0.5 M3/detik, menghasilkan resources pembangkit listrik 8 MW. Juga akan reduksi banjir 557 M3/detik dan hal penting lainnya akan didapatkan adalah bendungan Wae Apu akan menjadi salah satu destinasi wisata baru,” jelas FCT.
Besaran daya ini akan mampu menerangi kurang lebih dari 8.750 rumah dengan daya 900 watt serta sebagai tempat pariwisata baru yang akan menumbuhkan perekonomian daerah.
Bendungan Way Apu dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp 2, 08 triliun yang terbagi menjadi dua paket pekerjaan.
Paket 1 berupa konstruksi bendungan utama senilai 1, 07 triliun rupiah oleh kontraktor PT PP-Adhi Karya, KSO. Pekerjaan paket 2 berupa konstruksi bendungan pelimpah senilai Rp 1, 013 triliun oleh kontraktor PT Hutama Karya-Jakon, KSO.
Dalam kunjungan ini Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah IX Ambon, Zuhdan, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk yang diwakili SVP Divisi Infra 2, Pande Ketut, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) diwakili SVP – Oktovianus, Direktur Utama PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk – diwakili Hardjanto Dir AB. Kemudian, Pimpinan KSO PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk – PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan Pimpinan KSO PT Hutama Karya (Persero) serta PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. (*)
